Penyerahan Mahasiswa Filipina ke SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri)
Penyambutan oleh Marching Band SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri)
Melihat Ekstrakurikuler Robotik SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri)
Mencoba program coding di kelas Robotik SMA Srijaya Negara Palembang(SMA Labschool Unsri)
Melakukan kegiatan Senyum Salam Sapa dengan Warga Sekolah
Penandatangan Berkas Penilaian oleh Kepala SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri)
Diskusi Pembelajaran bersama Guru Pamong dan Waka Kurikulum SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri)
Terliba dalam Pemilihan Ketua Osis SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri) periode 2026-2027
Terlibat dalam acara Pemilihan Putra Putri Srijaya tahun 2026
Praktik Mengajar di SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri)
Kesan dan Pesan oleh Perwakilan Mahasiswa Filipina dalam Acara Penyerahan Kembali Mahasiswa Filipina MMSU ke kampus FKIP Universitas Sriwijaya
Perpisahan dengan seluruh Warga Sekolah

Palembang, 23 September 2026 — Empat mahasiswa asal Filipina dari Mariano Marcos State University (MMSU) melaksanakan praktik pembelajaran di SMA Srijaya Negara Palembang (SMA Labschool Unsri) pada 4–23 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari SEA Teacher Students Program Batch 12 Tahun 2026, melalui kerja sama antara FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Mariano Marcos State University.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Maerhitonne Azzhlei U. Martillano (Tonie) dan Kimberly Ann S. Modesto (Kim) dari Program Studi Bahasa Inggris, serta Alyza Fe. G. Cabebe (Alyza) dan Zyren Mei C. Habab dari Program Studi Matematika.

Selama mengikuti program, keempat mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan Indonesia secara langsung melalui observasi, asistensi mengajar, praktik pembelajaran, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik di SMA Srijaya Negara Palembang.

Mengenal Lingkungan Sekolah pada Minggu Pertama

Pada minggu pertama, setelah disambut oleh keluarga besar sekolah melalui penampilan Marching Band siswa serta penyerahan secara resmi dari kampus ke sekolah, Tonie, Kim, Alyza, dan Zyren mengawali kegiatan dengan melakukan observasi lingkungan sekolah. Mereka mengamati berbagai aktivitas yang berlangsung di SMA Srijaya Negara Palembang, mulai dari proses pembelajaran di kelas, interaksi guru dan siswa, hingga berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari budaya sekolah.

Selain observasi, keempat mahasiswa juga berkesempatan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya robotik. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi mereka untuk melihat bagaimana sekolah memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan minat, kreativitas, dan keterampilan di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Tahap observasi ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik sekolah dan peserta didik sebelum mereka memasuki tahap asistensi dan praktik mengajar.

Asistensi Mengajar dan Menyambut Warga Sekolah

Memasuki minggu kedua, keempat mahasiswa mulai terlibat dalam asistensi mengajar bersama guru. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka maupun daring sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi kabut asap yang berdampak pada aktivitas pembelajaran di Kota Palembang.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, Tonie, Kim, Alyza, dan Zyren juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Senyum, Salam, Sapa (3S) setiap pagi di gerbang sekolah. Mereka bersama warga sekolah menyambut kedatangan siswa dan menyapa guru maupun seluruh warga sekolah.

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan positif dan interaksi yang dibangun setiap hari di lingkungan sekolah.

Praktik Mengajar di Kelas X dan XI

Pada minggu ketiga, keempat mahasiswa memasuki tahap praktik mengajar di kelas X dan XI sesuai dengan bidang studi masing-masing. Tonie dan Kim melaksanakan praktik pembelajaran pada bidang Bahasa Inggris, sedangkan Alyza dan Zyren melaksanakan pembelajaran pada bidang Matematika. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan pedagogis yang telah dipelajari di perguruan tinggi sekaligus beradaptasi dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan pembelajaran di Indonesia.

Namun, pengalaman mereka di SMA Srijaya Negara Palembang tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Keempat mahasiswa juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Dalam kegiatan OSIS, mereka hadir sebagai juri tamu sekaligus motivator. Kehadiran mahasiswa internasional memberikan warna tersendiri bagi kegiatan siswa dan menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman serta wawasan. Keempat mahasiswa juga berpartisipasi dalam Pemilihan Putra Putri Srijaya 2026. Dalam kegiatan tersebut, mereka dipercaya sebagai juri tamu sekaligus penampil, menyanyikan lagu-lagu Filipina. Keterlibatan ini menjadi salah satu momen yang mempererat interaksi antara mahasiswa Filipina dengan siswa dan warga sekolah.

Refleksi Pembelajaran dan Momen Perpisahan

Memasuki tahap akhir program, kegiatan diisi dengan refleksi pembelajaran bersama mentor dan guru pamong. Melalui kegiatan refleksi, mahasiswa memperoleh masukan dan evaluasi mengenai pelaksanaan praktik pembelajaran yang telah mereka lakukan selama berada di SMA Srijaya Negara Palembang.Refleksi tersebut menjadi kesempatan bagi Tonie, Kim, Alyza, dan Zyren untuk melihat kembali berbagai pengalaman yang telah mereka peroleh, baik dalam proses mengajar maupun ketika berinteraksi dengan siswa dan warga sekolah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan perpisahan bersama keluarga besar SMA Srijaya Negara Palembang pada 23 September 2026.

Hampir tiga pekan berada di lingkungan sekolah membuat keempat mahasiswa tidak hanya menjadi peserta program praktik pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai aktivitas sekolah. Interaksi yang terjalin selama program menciptakan pengalaman dan kenangan tersendiri, baik bagi mahasiswa maupun warga sekolah.

Belajar, Berbagi, dan Mengenal Budaya

Pelaksanaan SEA Teacher Students Program Batch 12 Tahun 2026 di SMA Srijaya Negara Palembang menjadi bagian dari upaya memperkuat pengalaman pendidikan lintas negara melalui kerja sama antara FKIP Universitas Sriwijaya dan Mariano Marcos State University. Bagi Tonie, Kim, Alyza, dan Zyren, program ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman mengajar di lingkungan pendidikan Indonesia sekaligus mengenal budaya sekolah dan kehidupan masyarakat di Palembang.

Sementara bagi siswa dan warga SMA Srijaya Negara Palembang, kehadiran mahasiswa asal Filipina membuka kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa internasional, mengenal budaya lain, serta memperluas wawasan mengenai pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Selama 4–23 September 2026, ruang kelas dan berbagai kegiatan sekolah menjadi tempat bertemunya pengalaman, budaya, dan semangat belajar dari dua negara. Berakhirnya program bukan sekadar menjadi penutup kegiatan praktik pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman lintas budaya yang diharapkan dapat terus dikenang oleh Tonie, Kim, Alyza, Zyren, dan keluarga besar SMA Srijaya Negara Palembang. Kehadiran mahasiswa Mariano Marcos State University menjadi pengalaman berharga sekaligus menegaskan keterbukaan SMA Srijaya Negara Palembang terhadap kolaborasi internasional. Melalui program ini, siswa dan warga sekolah mendapatkan kesempatan untuk belajar, berbagi, dan mengenal budaya dari negara lain. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata SMA Srijaya Negara dalam membangun lingkungan pendidikan yang berwawasan global, terbuka, dan siap terhubung dengan dunia internasional. (si)

Kategori: News

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *